blog yang memposting pendidikan non formal dan lain lain لإِنْساَنُ بِلاَ مَحَبَّة كَالَّليْلِ بِلاَ نَجْمٍ * وَالمْحَبَة بِلاَ قَيِّدٍ كَالقَهْوَةِ بِلاَ سُكَرٍ
Diposting oleh
assalamualaikum
Selasa, 21 Februari 2012
SLEMAN- Dalam rangka memperkuat soliditas para anggota baru, PMII Komisariat Hasyim Asy’arie
menyelenggarakan kegiatan pengakraban lewat acara rekreasi bersama ke Pantai Depok, Bantul. Acara ini dilaksanakan pada Sabtu, 3 Desember 2011.
Sahabat-sahabat/i berkumpul di depan Rektorat UNY sejak pukul 7 pagi. Pada jam 8, ketika semua sudah hadir, pemberangkatan pun dimulai dan dipimpin oleh Sahabat Rido, Caretaker PK PMII Hasyim Asy’arie. Perjalanan menuju lokasi menempuh waktu kurang lebih 1 jam.
Setelah sampai di lokasi, mereka semua langsung bergegas ke pantai. Sebagian besar langsung mandi dan ‘bermain air laut’, dan sebagian kecil memilih untuk tidak mandi.
Setelah puas ‘bermain air laut’ 1 jam lebih, mereka pun menuju ke pinggir untuk bergegas menuju ke lokasi tempat jamuan makan bersama. Di kamar mandi yang disediakan, mereka bergantian mandi dan ganti pakaian, untuk kemudian menyantap makanan dengan menu ikan laut yang telah disediakan.
Selesai makan bersama, Sahabat Rido menyampaikan pengumuman tentang akan diselenggarakannya MAPABA II pada 24-25 Desember 2011. Ia meminta sahabat-sahabat/i dalam acara tersebut mengajak dan memprovokasi teman-teman mahasiswa lainnya agar mengikuti MAPABA II ini. Dalam kesempatan tersebut, ia mengungkapkan bahwa acara rekreasi ke Pantai Depok tersebut janganlah dimaknai hanya sebagai kegiatan bersenang-senang, tetapi lebih dari itu adalah ajang untuk semakin mensolidkan seluruh sahabat-sahabat/i anggota baru PMII Komisariat Hasyim Asy’arie. Dengan demikian diharapkan bahwa ke depan sahabat-sahabat/i anggota baru mampu berkiprah di PMII dan melalui PMII secara solid dan sinergis untuk mewujudkan agenda-agenda pergerakan
model kurikulum
Diposting oleh
assalamualaikum
Rabu, 04 Januari 2012
- 1. Model Rogers
Kurikulum yang dikembangkan hendaknya dapat mengembangkan individu secara fleksibel terhadap perubahan-perubahan dengan cara melatih diri berkomunikasi secara interpersonal.
Langkah-langkah sebagai berikut :
- Diadakannya kelompok untuk dapatnya hubungan interpersonal ditempat yang tidak sibuk.
- Kurang lebih dalam satu minggu peserta mengadakan saling tukar pengalaman, dibawah pimpinan staf mengajar.
- Kemudian diadakan pertemuan dengan masyarakat yang lebih luas lagi dalam satu sekolah, sehingga hubungan interpersonal akan menjadi lebih sempurna. Yaitu hubungan hubungan antara guru dengan guru, guru dengan peserta didik, peserta didik dengan peserta didik dalam suasanan yang akrab.
- Selanjutnya pertemuan diadakan dengan mengikutsertakan anggota yang lebih luas lagi, yaitu dengan mengikutsertakan para pegawai administrasi dan orang tua peserta didik. Dalam situasi yang demikian diharapkan masing-masing person akan akan saling menghayati dana lebih akrab, sehingga memudahkan berbagai pemecahan problem sekolah yang dihadapi.
Dengan langkah-langkah tersebut diharapkan penyusunan kurikulum akan lebih realistis, karena didasari oleh kenyataan yang diharapkan.
- 2. Model Ralp Tyler
Tyler mengungkapkan bahwa untuk mengembangkan suatu kurikulum, perlu menempatkan empat pertanyaan berikut :
- What educational purpose should the school seek to attain? (objectives
- What educational experiences are likely to aatain these objectives? (instructional strategic and content)
- How can these educational experiences be organized effectively? (organizing learning experiences)
- How can we determine whether these purposes are being attain? (identifikasi dan evaluasi)
Sebagai bapak pengembangan kurikulum. Tyler telah menanamkan perlunya hal yang lebih rasional, sistematis, dan pendekatan yang berarti dalam tugas mereka. Tetapi, karya tyler atau pendapat tyler sering dipandang rendah oleh penulis sesudahnya. Hal itu karena dalam hal menentukan objectives model, ia terkesan sangat kaku. Namun pandangan yang demikian sebenarnya tidak selalu benar, mengingat banyak karya atau tulisan tyler yang telah salah diintepretasi, dianalisis secara dangkal dan bahkan cenderung menghindarinya. Brady, sebagai contoh dengan kaitannya pertanyaan diatas, menganjurkan bahwa: the four steps are sometimes simplified to read “objectives”, “content”, “method” and “evaluation”. Namun dengan tegas tyler mengatakan bahwa merujuk pada pengaaman belajardalm pertanyaan 2 sebagai: the interaction betweenthe learner and the external conditions in the environmental to which be can react (Print: 1993: 64).
Sama halnya dengan itu, beberapa penulis lain berpendapat bahwa tyler tidak menjelaskan sumber tujuan (source of objectives) secara memadai. Tetapi, sebenarnya tyler telah membahas hal itu dalam satu buku utuh. Dia telah menguraikan dan menganalisis sumber-sumber tujuanyang dating dari anak didik, mempelajari kehidupan kotemporer, matapelajaran yang bersifat akademik, filsafat, dan psikologi belajar.
Tentu saja Tyler memiliki pengaruh yang kuat dan luas terhadap para pengembang kurikulum atau penulis kurikulum lainnya selama tiga decade yang lalu. Secara jelas tentang model pengembangan kurikulum , dapt dilihat pada gambar berikut:
- 3. Model Hilda Taba
Pendekatan kurikulum yang dilakukan oleh Taba yaitu dengan memodifikasi model dasar Tyler agar lebih representatif terhadap perkembangan kurikulum diberbagai sekolah. Dalam pendekatannya, Taba menganjurkan untuk menggunakan pertimbangan ganda terhadap isi (organisasi kurikulum yang logis) dan individu pelajar (psikologi organisasi kurikulum). Langkah-langkah dalam proses pengembangan kurikulum menurut Taba adalah:
Step 1 : Diagnosa kebutuhan
Step 2 : formulasi pokok-pokok
Step 3 : Seleksi isi
Step 4 : Organisasi isi
Step 5 : Seleksi pengalaman belajar
Step 6 : Organisasi pengalaman belajar
Step 7 : penentuan tentang apa yang harus dievaluasi dan cara melakukannya
Taba mengklaim bahwa bahw keputusan keputusan-keputusan pada elemen mendasar harus dibuat valid. Kriteria mungkin berasal dari berbagai sumber yakni, dari tradisi, tekanan tekanan sosial dan kebiasaan-kebiasaan yang ada.
Agar kurikulum menjadi berguna pada pengalaman belajar murid, bahwa sangatlah penting mediagnosis berbagai kebutuhan anak. Hal ini merupakan langkah penting pertama dari Taba. Tentang apa yang anak didik inginkan dan perlukan untuk belajar. Langkah kedua yakni, formulasi yang jelas dan tujuan tuuan yang komprehensif untuk membentuk dasar pengembangan elemen-elemen berikutnya. Taba berpendapat bahwa hakikat tujuan akan menentukan jenis pelajaran yang perlu untuk diikuti.
Langkah 3 dan 4 diintegrasikan dalam realitas meskipun untuk tujuan mempelajari kurikulum. Taba membedakan diantara keduanya, untuk menggunakan langkah-langkah ini pendidik perlu menformulasikan dulu tujuan-tujuan, sebagaimana halnya mengetahui secara mendalam terhadap isi kurikulum. Begitu juga dengan 5 dan 6 yang berhubungan dengan tujuan dan isi. Untuk menggunakan langkah ini secara efektif taba menganjurkan para pengembang kurikulum untuk memperoleh suatu pengertian terhadap prinsip-prinsip belajar tertentu, strategi konsep yang dipakai, dan urutan belajar. Pada langkah terakhir (7) Taba menganjurkan para pengembang kurikulum untuk mengonsepkan dan merencanakan berbagai strategi evaluasi. Model kurikulum Tyler dan Taba dikategorikan kedalam Rational Model atau Objectives Model.
Kelebihan dari model Taba dan model Tyler ini yakni, Rational Model yang logis strukturnya menjadikan sebagai dasar yang berguna dalam perencanaan dan pemikiran kurikulum. Model ini telah menghindari kebingungan, sebuah tugas yang susah dari perspektif kebanyakan pengembang kurikulum. Para pendidik dan para pengembang kurikulum yang bekerja dibawah model rasional (rational model) memberikan suatu jalan yang tidak berbelit-belit dan mempunyai pendekatan waktu yang efisien. Dalam mengevaluasi proses kurikulum, satu hal yang dapat diargumenkan adalah tyler dan taba telah mendapatkan sesuatu yang sifatnya rasional, yang menyokong pembangunan kurikulum setidaknya dari perspektif rasional.
Penulis
| Nama | Fendik Nef |
| kidnef10@gmail.com | |
| Asal Insatansi/Univ | UM |
| NO HP | 085646453811 |
keindahan
Diposting oleh
assalamualaikum
yang indah hanya sementar
yang abadi adalah kenangan yang iklas bagi hati yang tulus
hanya dari sanubari tidak mudah mengejar impian
namun yang lebih susah mempertahankan yang ada
karena walaupun tergenggam bisa terlepas juga
"jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai,, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"
belajar menerima apa adanya dan berfikir positif..........
hidup hanya satu kali
jangan cuma bermimpi,
seindah apapun, begitu bangun semua sirna tak berbekas
harta benda yang tak terhitungkedudukannya,dan jabatan yaang luar biasa
namun ketika nafas tarakhir tibasebatang jarumpun tak bisa di bawa pergi,
sehelai benangpun tak bisa dimiliki
ap lagi yang mau diperebutkan ,,
apa lagi yang mau disombongkan
maka jalanilah hidup ini dengan penuh rasa sukurdan tetap semangat setiap hari
profesor
Diposting oleh
assalamualaikum
Selasa, 03 Januari 2012
Profesor:
"Apakah Tuhan menciptakan segala yg ada?"
Seorg mahasiswa:
"Betul, Dia yg menciptakan semuanya"
"Tuhan menciptakan semuanya?" tanya profesor sekali lagi
"Ya pak, semuanya" kata mhsw tsb
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan..."
Mahasiswa itu terdiam & tidak bisa menjawab hipotesis profesor tersebut.
Mhsw lain berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu ?"
"Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa : "Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu ? Tentu saja dingin itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu-460F adalah ketiadaan panas sama sekali & semua partikel menjadi diam & tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin utk mendeskripsikan ketiadaan panas...."
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah gelap itu ada ?"
Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untukmemecahkan cahaya menjadi beberapa warna & mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tak bisa mengukur gelap.
Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut.
Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya..."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja !"
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu TIDAK ADA... Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan....
Seperti dingin atau gelap, kejahatan adalah kata yg dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan....
Tuhan tak menciptakan kejahatan...
Kejahatan adalah hasil dari TIDAK ADA-nya Tuhan dihati manusia...."
Profesor itu terdiam....
Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein..
opera anak dari kami untuk paud
Diposting oleh
assalamualaikum
27 December, 2011 - 07:53 by lena
opera anak.jpg
Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) angkatan 2010 FIP UNY menyelenggarakan pagelaran opera anak bertajuk “Dari Kami untuk PAUD” Kamis (22/12) yang diselenggarkan di Auditorium UNY. Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan I, Dr. Sugito, MA merupakan bentuk tugas akhir mata kuliah koreografi dan kewirausahaan yang bertujuan mempromosikan hasil karya mahasiswa PG-PAUD ke masyarakat secara lebih luas. Menurut Tri Utami, ketua panitia, acara ini diikuti oleh 115 mahasiswa PG PAUD dan 270 anak TK se-DIY yang dilatih oleh para mahasiwa PG PAUD, dan diharapkan melalui acara ini anak-anak dapat memberikan persembahan istimewa kepada para ibu karena opera anak kali ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ibu.
Wakil Dekan I dalam sambutannya menyampaikan kesan mendalam karena sungguh luar mahasiswa PAUD mampu menyelenggarakan opera anak berskala besar dengan melibatkan TK-TK se-DIY. Kegiatan semacam ini perlu diapresiasi karena sejalan dengan visi fakultas untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan lembaga mitra. “Semoga kedepannya semakin berkembang, tidak hanya berkolaborasi dengan TK di dalam negeri tetapi juga berkolaborasi dengan TK di luar negeri”, ujarnya. Sedangkan , Kaprodi PG-PAUD, Joko Pamungkas, M.Pd megatakan opera anak ini adalah suatu alternatif untuk mengasah potensi mahasiswa PG-PAUD di bidang seni tari dan pendekatan kreatif dalam mendidik anak usia dini, karena ranah kesenian juga perlu dikembangkan mendukung aspek kognitif dan logika.
Pada klimaks acara, para orangtua menyaksikan penampilan putra putinya yang telah berlatih keras selama kurang lebih 3 bulan untuk mempersiapkan acara opera anak kali ini. Penampilan pertama dibuka oleh penampilan dari TK ABA Gedongkiwo yang memainkan opera tentang “Tamasya ke kebun binatang” yang disambut meriah oleh para orang tua, kemudian dilanjutkan oleh penampilan dari TK ABA Karangmalang yang bermain peran tentang “ Jalan-Jalan Ke Sawah” dan begitu seterusnya sampai semua TK yang menjadi mitra menampilkan kebolehan masing-masing. (zulfa/ls)
www.nonformalsaja.blogspot.com
opera anak.jpg
Mahasiswa Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD) angkatan 2010 FIP UNY menyelenggarakan pagelaran opera anak bertajuk “Dari Kami untuk PAUD” Kamis (22/12) yang diselenggarkan di Auditorium UNY. Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan I, Dr. Sugito, MA merupakan bentuk tugas akhir mata kuliah koreografi dan kewirausahaan yang bertujuan mempromosikan hasil karya mahasiswa PG-PAUD ke masyarakat secara lebih luas. Menurut Tri Utami, ketua panitia, acara ini diikuti oleh 115 mahasiswa PG PAUD dan 270 anak TK se-DIY yang dilatih oleh para mahasiwa PG PAUD, dan diharapkan melalui acara ini anak-anak dapat memberikan persembahan istimewa kepada para ibu karena opera anak kali ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ibu.
Wakil Dekan I dalam sambutannya menyampaikan kesan mendalam karena sungguh luar mahasiswa PAUD mampu menyelenggarakan opera anak berskala besar dengan melibatkan TK-TK se-DIY. Kegiatan semacam ini perlu diapresiasi karena sejalan dengan visi fakultas untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan lembaga mitra. “Semoga kedepannya semakin berkembang, tidak hanya berkolaborasi dengan TK di dalam negeri tetapi juga berkolaborasi dengan TK di luar negeri”, ujarnya. Sedangkan , Kaprodi PG-PAUD, Joko Pamungkas, M.Pd megatakan opera anak ini adalah suatu alternatif untuk mengasah potensi mahasiswa PG-PAUD di bidang seni tari dan pendekatan kreatif dalam mendidik anak usia dini, karena ranah kesenian juga perlu dikembangkan mendukung aspek kognitif dan logika.
Pada klimaks acara, para orangtua menyaksikan penampilan putra putinya yang telah berlatih keras selama kurang lebih 3 bulan untuk mempersiapkan acara opera anak kali ini. Penampilan pertama dibuka oleh penampilan dari TK ABA Gedongkiwo yang memainkan opera tentang “Tamasya ke kebun binatang” yang disambut meriah oleh para orang tua, kemudian dilanjutkan oleh penampilan dari TK ABA Karangmalang yang bermain peran tentang “ Jalan-Jalan Ke Sawah” dan begitu seterusnya sampai semua TK yang menjadi mitra menampilkan kebolehan masing-masing. (zulfa/ls)
www.nonformalsaja.blogspot.com
Kasi pendidikan nonformal sunat dana aksara
Diposting oleh
assalamualaikum
Kamis, 15 Desember 2011
Ditulis admin Pada Desember 10, 2011 Di Berita PLS | 48 Kunjungan 0 Comment
MAKASSAR, UPEKS–Kepala Seksi Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Jeneponto, Muhammad Alwi Sanre kembali diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Senin (21/11).
Muh Alwi sidang terkait kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Keaksaraan Fungsional 2009 senilai Rp3,4 miliar.
Dalam sidang lanjutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Irfan Hasan dan Abdullah menghadirkan dua orang saksi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Mengajar. Yakni, Ketua Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kerja (LP2K), Agus Rizal, dan Usman.
Saksi Agus Rizal, di hadapan majelis hakim yang diketuai Muh Damis beranggotakan, Maringan Marpaung dan Andi Bahtiar Agus Rizal mengatakan, sebanyak 26 kelompok belajar yang dikelola. Setiap kelompok mendapatkan bantuan diterima sebanyak Rp90 juta untuk tiap kelompok belajar. Tetapi disunat terdakwa sebesar 10 persen atau sekira Rp26 juta dari tiap-tiap kelompok.
“Terdakwa mendapatkan jatah sebesar Rp3,6 juta per kelompok,” kata Agus Rizal.
Setiap anggaran disetor ke BRI Jeneponto dan tidak bisa dicairkan jika tidak ada rekomendasi Alwi Sanre. Namun saat hendak akan dicairkan, setiap PKBM harus menyetor 10% kepada Alwi. Sehingga mengalir sekira Rp700 juta ke rekening pribadinya.
Menurutnya, pemotongan sebesar 10% dari total yang diterima, alasannya untuk menyambut gubernur Rp50 ribu, sertifikasi Rp100 ribu per kelompok, Babinsa (pengamanan) Rp600 ribu, pungutan untuk hari aksara internasional.
“Terdakwa mengaku adanya pemotongan untuk beberapa item alasan yang tersebut. Itupun harus diserahkan sebanyak dua kali,” ujar Ketua LP2K itu.
Tujuh item pungutan itu tidak dijelaskan dalam petunjuk teknis (juknis).
Hakim Damis menilai setiap anggaran khusus pasti ada juknisnya. Apalagi anggaran tersebut merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat.
Hal itu juga diakui saksi, jika dalam juknis tidak ada dijelaskan pungutan-pungutan tersebut. Serta dijelaskan dana tidak bisa cair tanpa rekomendasi terdakwa.
“Nanti setelah cair, maka kami dimintai Rp68 juta dari total dana yang dikelola. Tetapi, anehnya diakhir kegiatan, saya tetap di tekan terdakwa dan diminta pada laporan pertangungjawaban (LPj) untuk menyampaikan Rp90 juta,” terangnya.
Lain halnya dengan saksi Usman yang mengelola sebanyak 23 kelompok belajar mengaku, tidak ada laporan pertanggungjawaban (LPj) yang disampaikan diakhir kegiatan. Pasalnya, setiap dana Rp90 juta yang diterima hanya diperuntuk sesuai dengan kegiatan belajar dan pembayaran honor tentor (tenaga pengajar).
“Tidak ada LPj secara tertulis, tetapi saya sampaikan secara lisan langsung ke terdakwa,” ungkap Usman.
Diketahui, atas perbuatannya terdakwa dijerat primair pasal 12 subsidair pasal 11 UU tentang pemberantasan korupsi. ()
MAKASSAR, UPEKS–Kepala Seksi Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Jeneponto, Muhammad Alwi Sanre kembali diadili di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Senin (21/11).
Muh Alwi sidang terkait kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Keaksaraan Fungsional 2009 senilai Rp3,4 miliar.
Dalam sidang lanjutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Irfan Hasan dan Abdullah menghadirkan dua orang saksi pengelola Pusat Kegiatan Belajar Mengajar. Yakni, Ketua Lembaga Pelatihan dan Pendidikan Kerja (LP2K), Agus Rizal, dan Usman.
Saksi Agus Rizal, di hadapan majelis hakim yang diketuai Muh Damis beranggotakan, Maringan Marpaung dan Andi Bahtiar Agus Rizal mengatakan, sebanyak 26 kelompok belajar yang dikelola. Setiap kelompok mendapatkan bantuan diterima sebanyak Rp90 juta untuk tiap kelompok belajar. Tetapi disunat terdakwa sebesar 10 persen atau sekira Rp26 juta dari tiap-tiap kelompok.
“Terdakwa mendapatkan jatah sebesar Rp3,6 juta per kelompok,” kata Agus Rizal.
Setiap anggaran disetor ke BRI Jeneponto dan tidak bisa dicairkan jika tidak ada rekomendasi Alwi Sanre. Namun saat hendak akan dicairkan, setiap PKBM harus menyetor 10% kepada Alwi. Sehingga mengalir sekira Rp700 juta ke rekening pribadinya.
Menurutnya, pemotongan sebesar 10% dari total yang diterima, alasannya untuk menyambut gubernur Rp50 ribu, sertifikasi Rp100 ribu per kelompok, Babinsa (pengamanan) Rp600 ribu, pungutan untuk hari aksara internasional.
“Terdakwa mengaku adanya pemotongan untuk beberapa item alasan yang tersebut. Itupun harus diserahkan sebanyak dua kali,” ujar Ketua LP2K itu.
Tujuh item pungutan itu tidak dijelaskan dalam petunjuk teknis (juknis).
Hakim Damis menilai setiap anggaran khusus pasti ada juknisnya. Apalagi anggaran tersebut merupakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat.
Hal itu juga diakui saksi, jika dalam juknis tidak ada dijelaskan pungutan-pungutan tersebut. Serta dijelaskan dana tidak bisa cair tanpa rekomendasi terdakwa.
“Nanti setelah cair, maka kami dimintai Rp68 juta dari total dana yang dikelola. Tetapi, anehnya diakhir kegiatan, saya tetap di tekan terdakwa dan diminta pada laporan pertangungjawaban (LPj) untuk menyampaikan Rp90 juta,” terangnya.
Lain halnya dengan saksi Usman yang mengelola sebanyak 23 kelompok belajar mengaku, tidak ada laporan pertanggungjawaban (LPj) yang disampaikan diakhir kegiatan. Pasalnya, setiap dana Rp90 juta yang diterima hanya diperuntuk sesuai dengan kegiatan belajar dan pembayaran honor tentor (tenaga pengajar).
“Tidak ada LPj secara tertulis, tetapi saya sampaikan secara lisan langsung ke terdakwa,” ungkap Usman.
Diketahui, atas perbuatannya terdakwa dijerat primair pasal 12 subsidair pasal 11 UU tentang pemberantasan korupsi. ()
WISUDA LULUSAN UNY: KOMPETENSI DAN PROFESIONALISME
Diposting oleh
assalamualaikum
UNY kembali mewisuda lulusan S3, S2,S1,dan S0 sebanyak 1.221 orang, yang dilaksanakan Sabtu (3/12) di GOR UNY. Rincian wisudawan yaitu dari PPs 93 orang, FIP (193), FBS (148), FMIPA (233), FIS (102), FT (152), FIK (204), dan FE (96). Peraih IPK tertinggi untuk S3 yaitu Dr Dwi Rahdiyanta, M.Pd., dengan IPK 3,83 dari prodi Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, sedangkan untuk jenjang S2 Elisabeth Bte Thomas, M.Pd., IPK 3,91 prodi Pendidikan Luar Sekolah. Untuk jenjang S1 Novia Anggraini,S.Pd., IPK 3,80 prodi Pendidikan Matematika, dan jenjang D3 Eka Astuti Nursyida, A.Md.T IPK 3,73 prodi Teknik Busana. Wisudawan dengan lulusan tercepat untuk S3 Dr. Irwanto, MT IPK 3,69 prodi PTK waktu 3 tahun, S2 Muhammad Anis Afiqi IPK 3,71 prodi MP 1 tahun 9 bulan, S1 Ginanjar Dwi Saputro, S.Pd., IPK 3,55 prodi PJKR S1 waktu 4 tahun, dan D3 Mahatmini Arfiani,A.Md.T IPK 3,61 Prodi Teknik Busana dalam waktu 3 tahun 1 bulan. Sedangkan yang meraih predikat cumlaude 139 orang.
Dalam sambutannya, Rektor UNY, Prof.Dr. Rochmat Wahab, M.Pd., MA., mengatakan, kita baru saja memperingati Hari Guru Nasional 2011 dengan tema “Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa” . Hal ini sangat penting mendapatkan perhatian kita, karena pada hakekatnya sebagian besar lulusan UNY merupakan prodi kependidikan. Sebagai lulusan prodi kependidikan patut memberikan kepedulian tersendiri, artinya semua lulusan prodi kependidikan yang berkeinginan kuat untuk terjun ke dunia pendidikan diharapkan dapat mempersiapkan diri, baik dari sisi kompetensi maupun profesionalismenya. Pada saatnya lulusan prodi kependidikan UNY, walaupun tidak menutup kemungkinan bagi lulusan non-kependidikan, diharapkan mampu mempersiapkan diri mengikuti program pendidikan profesi, jika ingin mengambil profesi guru. “Dewasa ini baru ada rintisan melalui berbagai program untuk fresh graduate. Wisudawan diharapkan mempu menangkap kesempatan dengan baik sehingga memperoleh peluang lebih awal memasuki profesi guru diantara lainnya,” jelasnya.
Ditambahkan, tema hari guru mengisyaratkan bahwa guru yang profesional diharapkan mampu berkontribusi bagi pembentukan peserta didik yang berkepribadian, sehingga mampu menjadi warga negara yang berkarakter. (wit/ls)
belajar tanpa sekolah
Diposting oleh
assalamualaikum
Kamis, 08 Desember 2011
<MARQUEE>belajar tanpa sekolah</MARQUEE>
Ditulis Ronggo Tunjung Anggoro Pada November 29, 2010 Di Artikel dan Opini, Berita Utama, Lomba Artikel, Pendidikan masyarakat | 6.705 Kunjungan 86 Comments
Nama DEWI ERNI LOGANANTA
Email dwlogananta4@gmail.com
Asal Insatansi/Univ UNNES
NO HP o85640165xxx
Email dwlogananta4@gmail.com
Asal Insatansi/Univ UNNES
NO HP o85640165xxx
BELAJAR TANPA SEKOLAH
Mari kita buka mata. Ini nyata, hanya di Indonesia. Negara yang birokrasinya super lama. Negara yang penduduk miskinnya makin banyak. Negara yang orang bunuh dirinya rata-rata lima orang setiap harinya. Negara yang kriminalitas dan tindakan asusila mulai merambah kemana-mana. Negara yang, padahal belum maju, tapi mulai memundur. Ini Indonesia.
Indonesia, dari segala aspek, ekonomi, politik, sosial, budaya, hankam, dan yang lainnya, memiliki banyak masalah. Masalah ini disebabkan oleh dua hal besar, kelemahan sistem dan kelemahan manusianya. Tapi dua hal ini bisa kita kerucutkan lagi menjadi satu masalah: kelemahan manusia, karena sistem juga di buat manusia. Kelemahan-kelemahan manusia ini adalah hasil dari akumulasi kesalahan sebuah sistem pada satu aspek kehidupan yaitu pendidikan. Masalah utama kita adalah lemahnya sistem pendidikan.
Terdapat satu tawaran dunia yang mulai maju akhir-akhir ini meskipun sebenarnya telah lebih dulu lahirnya. Pendidikan non-formal menjadi satu dari banyak solusi dari permasalahan pokok di atas. Tawaran-tawaran Pendidikan non-formal ini ternyata telah terbukti turut memberi kontribusi pada negara sebagai langkah solutif.
Diadakannya jurusan Pendidikan Nonformal pada perkuliahan di Tanah air, ini menjadi tapak awal perjuangan pendidikan nonformal. Pendidikan nonformal yang selanjutnya disebut pendidikan luar sekolah inilah yang menjadi minat bagi mereka yang terbilang pandai mencari peluang untuk dapat diterima pada Universitas/ Perguruan Tinggi, disebabkan peminat dan kuota yang sangat minim. Ini mungkin terjadi hanya pada beberapa mahasiswa. Beberapa dari mereka lainnya telah mempunyai motivasi dari orang-orang terdekat yang boleh dikata telah mengerti apa itu pendidikan luar sekolah.
Terlepas dari latar belakang apapun mahasiswa bisa berada pada jurusan itu, mereka mempunyai tantangan yang sangat berat. Akal dan mental mereka akan dikejjutkan dengan pertanyaan-pertanyaan dadri mereka-mereka yang kurang tahu atau bahkan tidak tahu sama sekali mengenai PLS. Berat memang, namun tak harus menunggu 3 atau 4 tahun untuk dapat mennjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Di perkuliahan PLS-lah mereka akan tahu.
Mahasiswa-mahasiswa PLS inilah yang akan digembleng untuk menjadi Pemberdaya Masyarakat, merekalah yang akan merangkul kaum-kaum lapisan menengah ke bawah yang selama ini kurang dipandang dengan dua bola mata penuh, mereka jugalah yang akan menciptakan banyak pekerja bukan pengemis lowongan pekerjaan.
Harapan terbesar dari penulis pribadi adalah sebuah keberhasilan dalam merelasikan tiga unsur vital demi terciptanya kesejahteraan yang diimpikan. Tiga unsur itu yakni manajer, warga belajar dan pemilik dana. Hal itu dapat dikatakan sebagai inti dari program Pendidikan Luar Sekolah. Meskipun butuh usaha besar untuk hal itu, penulis menilai itu sebagai impian bukan mimpi.
Sebuah konsep yang ingin sekali penulis tawarkan adalah konsep mengenai perangkulan kaum-kaum kurang beruntung pada umumnya dan anak-anak korban eksploitasi pada khususnya pada rangkulan edukasi dunia. Mereka anak-anak yang terpaksa hidup di keliling sampah dan mereka yang semata-mata terjerumus dalam gank-gank yang kurang berorientasi positif pada kehidupan. Siapa yang akan merangkul mereka ? PLS bisa! Sangat bisa !
Konsep itu berupa kesatuan kegiatan yang akan menjadi tempat mereka belajar, berlatih, dan menngembangkan diri demi tercapainya tujuan hidup mereka masing-masing. Penulis di dalam hal ini akanm membawa sebuah kalimat yang berkarakter atau lebih dikenal dengan slogan yaitu “BELAJAR TANPA SEKOLAH”. Sungguh inilah impian penulis sebagai mahasiswa PLS UNNES 2010. Konsep ini nantinya akan sangat membutuhkan stake holders yang tak sedikit. Penulis perlu memilih mitra yang suitable (cocok) untuk konsep program tersebut.
“BELAJAR TANPA SEKOLAH”, penulis inginkan karena kosakata sekolah rupanya kian membuat jarak bagi dua kaum penikmat dan kaum melarat. Sekolah dijadikan sebagai kebanggaan yang dapat dikiaskan bahwa “pendidikan hanya dinikmati oleh mereka kaum ekonomi baik/ kaum konglomerat”. Kaum konglomerat terus bersekolah dengan segudang uangnya sedang kaum melarat terus meratap menatap mimpi dengan segudang bebannya. Terlepas dari kata “sekolah” penulis ingin mereka belajar artinya mereka belajar tanpa bersekolah.
“BELAJAR TANPA SEKOLAH”, ini merupakan kesatuan kegiatan yang diharapkan dapat dinikmati oleh seluruh mereka yang tergolong kurang beruntung. Dengan pendekatan-pendekatan progresiv tentunya konsep ini tidak mustahil untuk diwujudkan. Keterlibatan Negara dalam hal inipun sangat dibutuhkan untuk dapat bersama memberikan inspirasi dalam pengembangan “BELAJAR TANPA SEKOLAH” ini.
Follow up dari harapan awal tadi adalah terwujudnya tenga-tenaga trampil terdidik yang mumpuni / mampu untuk mengembangkan ketrampilannya pada masyarakat luas. Seiring itu mereka akan menuju pada penciptaan lapangan kerja sehingga mengurangi angka pengemis lowongan kerja di Tanah air.
Ini merupakan satu dari banyak impian mahasiswa PLS UNNES 2010.
BERSAMA MENGGAPAI CITA, PLS BERJAYA!
Fungsi dan Tujuan Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
Diposting oleh
assalamualaikum
Pendidikan anak usia dini memiliki fungsi utama mengembangkan semua aspek perkembangan anak, meliputi perkembangan kognitif, bahasa, fisik (motorik kasar dan halus), sosial dan emosional. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat antara perkembangan yang dialami anak pada usia dini dengan keberhasilan mereka dalam kehidupan selanjutnya. Misalnya, anak-anak yang hidup dalam lingkungan (baik di rumah maupun di KB atau TK) yang kaya interaksi dengan menggunakan bahasa yang baik dan benar akan terbiasa mendengarkan dan mengucapkan kata-kata dengan benar, sehingga ketika mereka masuk sekolah, mereka sudah mempunyai modal untuk membaca.
Sehubungan dengan fungsi-fungsi yang telah dipaparkan tersebut, maka tujuan pendidikan anak usia dini dapat dirumuskan sebagai berikut.
- Memberikan pengasuhan dan pembimbingan yang memungkinkan anak usia dini tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia dan potensinya.
- Mengidentifikasi penyimpangan yang mungkin terjadi, sehingga jika terjadi penyimpangan, dapat dilakukan intervensi dini.
- Menyediakan pengalaman yang beranekaragam dan mengasyikkan bagi anak usia dini, yang memungkinkan mereka mengembangkan potensi dalam berbagai bidang, sehingga siap untuk mengikuti pendidikan pada jenjang sekolah dasar (SD).
Visi & Misi PAUD
Visi
Terwujudnya anak usia dini yang cerdas, sehat, ceria dan berakhlak mulia serta memiliki kesiapan baik fisik maupun mental dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.
Misi
1. Meningkatkan perluasan dan pemerataan akses layanan PAUD melalui pnyelenggaraan PAUD yang mudah dan murah, tetapi bermutu.
1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan layanan PAUD.
2. Memberikan layanan yang prima (efektif, efisien, akuntabel, transparan) kepada masyarakat di bidang PAUD.
TIGA PILAR KEBIJAKAN PAUD
1. Perluasan dan pemerataan akses layanan PAUD kepada semua anak antara lain melalui:
- Pemberdayaan semua potensi yg ada di masyarakat;
- Keberpihakan kpd anak-anak yg kurang beruntung
2. Peningkatan mutu, relevansi dan daya saing antara lain dg cara :
- Mengupayakan PAUD yg murah dan mudah, tetapi bermutu.
3. Penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan pendidikan (PAUD) antara lain dengan cara meningkatkan
- Keterbukaan, kemudahan dan fleksibilitas di bidang layanan PAUD kepada masyarakat.
Sasaran PAUD
a. Sasaran Utama :
Anak lahir s/d usia 6 tahun (utamanya yang belum mendapat layanan PAUD Jalur Pendidikan Formal),prioritas 2-4 th.
- Th 2009 ditargetkan 35% anak 2-4 th terlayani di PAUD Nonformal, dan 53,90 % Anak usia 0-6 tahun terlayani di PAUD Formal dan Nonformal
b. Sasaran antara :
- Orang tua/keluarga, calon orangtua
- Pendidik dan Pengelola PAUD
- Semua Lembaga Layanan Anak Usia Dini
- Para tokoh masyarakat dan stakeholders PAUD
Jalur Formal :
Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), atau bentuk lain sederajat
Jalur Nonformal :
Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain sederajat
Jalur Informal :
Pendidikan Keluarga atau Pendidikan yang Diselenggarakan oleh Lingkungan
Catatan: Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang
pendidikan dasar. [(UU No. 20 Th 2003, Pasal 28, ayat (1)]
Langganan:
Komentar (Atom)
Blog Subscription
Search this blog
aku
kalamuna lafdun mufidun kastakim
wasmun wa fi'lun summa kharfu lilikalim
follower
Popular Posts
-
Berikut ini daftar perkiraan passing grade SNMPTN ujian tulis Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN YOGYAKARTA): Kategori IPA 48...
-
sumber : http://www.seputarsnmptn.awaludin.com Berikut ini daftar perkiraan passing grade SNMPTN ujian tulis Universitas Negeri Yogy...
-
Perencanaan merupakan titik awal dari sebuah proses pelaksanaan program. Perencanaan memiliki peran penting dalam penentuan keberhasi...
-
Berikut ini daftar perkiraan passing grade SNMPTN ujian tulis Universitas Gadjah Mada (UGM): Kategori IPA 471011 Biologi 30.4% 471...
-
Berikut merupakan Daftar situs Template Blog yang saya dapatkan dan Kumpulkan dari Hasil Pencarian di Google.Jika anda berminat Unt...
-
5 December, 2011 - 07:19 UNY kembali mewisuda lulusan S3, S2,S1,dan S0 sebanyak 1.221 orang, yang dilaksanakan Sabtu (3/...
-
Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melib...
kharakter
Komitmen, Kesabaran dan Pengendalian Diri
Seorang wanita memenuhi undangan wawancara untuk sebuah pekerjaan yang diinginkannya. Sesuai dengan undangan yang diterimanya, wanita itu datang tepat jam 5 pagi di musim hujan yang dingin. Setelah sampai, dia dipersilahkan masuk dan menunggu selama 3 jam sebelum diwawancarai. Apa yang ditanya penguji terhadap wanita ini saat wawancara? Wanita tersebut ha
Seorang wanita memenuhi undangan wawancara untuk sebuah pekerjaan yang diinginkannya. Sesuai dengan undangan yang diterimanya, wanita itu datang tepat jam 5 pagi di musim hujan yang dingin. Setelah sampai, dia dipersilahkan masuk dan menunggu selama 3 jam sebelum diwawancarai. Apa yang ditanya penguji terhadap wanita ini saat wawancara? Wanita tersebut ha
nya disuruh mengeja abjad dan disuruh menjawab pertanyaan sepele "2+2 jadinya berapa?" Setelah itu, wanita tersebut disuruh pulang.
Jika kita menjadi wanita ini, bagaimana reaksi kita? Tentunya kita akan marah sebab kita merasa dipermainkan. Mengapa disuruh datang jam 5 pagi, bukankah seharusnya lebih manusiawi jika disuruh berangkat lebih siang?
Saat kita sudah datang jam 5 pagi, ternyata masih harus menunggu 3 jam lamanya, bukankah kita punya alasan untuk marah? Sebab kita membayangkan nyamannya 3 jam di pagi hari itu jika digunakan untuk melanjutkan tidur. Terlebih lagi pertanyaan yang diberikan kepada kita adalah pertanyaan anak TK, bukankah kita bisa marah? Datang jam 5 pagi dan menunggu 3 jam hanya untuk pertanyaan bodoh seperti itu?
Namun dari banyak pelamar, wanita inilah yang akhirnya diterima bekerja. Mengapa bisa demikian? Si penguji menjelaskan alasannya, "pertama, saya menyuruhnya datang jam 5 pagi sementara hujan sedang turun. Saat ia datang berarti dia punya Komitmen. Saat saya menyuruhnya menunggu selama 3 jam dan dia melakukannya, berarti dia punya Kesabaran. Saat saya memberikan pertanyaan sepele, dia tidak jengkel dan marah, berarti dia punya Pengendalian Diri yang bagus".
Sahabat, sesungguhnya setiap hari kita dihadapkan dengan ujian-ujian kehidupan semacam itu. Melalui hal-hal kecil dan sepele sesungguhnya kesabaran, komitmen, integritas dan karakter kita sedang diuji. Jika kita berhasil lulus melalui ujian-ujian seperti itu, percayalah bahwa berkat dan keberhasilan sudah menanti di depan kita.
Jadilah pemenang atas setiap ujian kehidupan yang datang dalam hidup kita.
Jika kita menjadi wanita ini, bagaimana reaksi kita? Tentunya kita akan marah sebab kita merasa dipermainkan. Mengapa disuruh datang jam 5 pagi, bukankah seharusnya lebih manusiawi jika disuruh berangkat lebih siang?
Saat kita sudah datang jam 5 pagi, ternyata masih harus menunggu 3 jam lamanya, bukankah kita punya alasan untuk marah? Sebab kita membayangkan nyamannya 3 jam di pagi hari itu jika digunakan untuk melanjutkan tidur. Terlebih lagi pertanyaan yang diberikan kepada kita adalah pertanyaan anak TK, bukankah kita bisa marah? Datang jam 5 pagi dan menunggu 3 jam hanya untuk pertanyaan bodoh seperti itu?
Namun dari banyak pelamar, wanita inilah yang akhirnya diterima bekerja. Mengapa bisa demikian? Si penguji menjelaskan alasannya, "pertama, saya menyuruhnya datang jam 5 pagi sementara hujan sedang turun. Saat ia datang berarti dia punya Komitmen. Saat saya menyuruhnya menunggu selama 3 jam dan dia melakukannya, berarti dia punya Kesabaran. Saat saya memberikan pertanyaan sepele, dia tidak jengkel dan marah, berarti dia punya Pengendalian Diri yang bagus".
Sahabat, sesungguhnya setiap hari kita dihadapkan dengan ujian-ujian kehidupan semacam itu. Melalui hal-hal kecil dan sepele sesungguhnya kesabaran, komitmen, integritas dan karakter kita sedang diuji. Jika kita berhasil lulus melalui ujian-ujian seperti itu, percayalah bahwa berkat dan keberhasilan sudah menanti di depan kita.
Jadilah pemenang atas setiap ujian kehidupan yang datang dalam hidup kita.


